5 Cara Paling Efektiv Menanamkan Perilaku Positif pada Anak Usia 3 Tahun

5 Cara Memperkenalkan Perilaku Positif pada Anak Usia Tiga Tahun – Kebutuhan untuk menanamkan pembelajaran pada anak usia dini sangatlah penting sehingga lebih dari satu hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu agar pembelajaran dapat disampaikan.

Sebagai orang tua, ibu harus terus belajar membesarkan dan mendidik anak sesuai usianya. Hal ini karena setiap anak mengalami kemajuan setiap tahun dan pengetahuan mereka masih terus bertambah.

Misalnya, ketika Anda memasuki usia 3 tahun, anak Anda akan mulai menyadari bahwa tubuh, pikiran, dan emosinya adalah miliknya. Dia juga bisa merasakan kegembiraan, kesedihan, ketakutan, atau kemarahan, meskipun dia tidak mengenali perbedaannya. Keinginan untuk mengeksplorasi lebih jauh dan ketidaktahuan akan perasaan batin ini dapat menyebabkan keputusasaan dan, di masa depan, pada keadaan yang merugikan. Untuk mencegah terjadinya kekerasan pada anak, penting bagi orang tua untuk mengenalkan perilaku positif sejak dini.

lalu bagaimana?

Untuk mendukung menjadi ibu, kami akan membahas tujuh cara untuk memperkenalkan perilaku positif pada anak usia tiga tahun.

1.Kurangi Memarahi, Lebih Banyak Mencintai

Memarahi sampai berteriak adalah prosedur pertahanan yang seringkali orangtua gunakan sementara mendisiplinkan anak, tetapi tak sporadis ini sekedar membawa dampak perubahan konduite jangka pendek.

Tak sekedar tidak cukup efektif, berteriak juga mampu menyakiti anak-anak lebih berasal dari yang Mama sadari, misalnya didalam jangka panjang sanggup memicu rusaknya psikologis yang konkret.

Daripada berteriak dan menghukum dengan keras, anak membutuhkan pola asuh yang positif untuk pertumbuhan otak yang sehat.

2.Berikan Perhatian Yang Lebih Pada Anak

Bukan lagi rahasia umum ketika anak Anda yang berusia tiga tahun mengambil telepon dari ibunya, memukulkannya ke keyboard laptop saat mengetik, atau menjatuhkan banyak cucian, ini adalah cara untuk mendapatkan perhatian penuh Anda.

Jadi, jika dia memperhatikan bahwa anak laki-laki itu sedang mencoba untuk mendapatkan perhatian Anda, berikan dia perhatian penuh Anda untuk beberapa saat.

Tatap matanya, ajukan lebih dari satu pertanyaan dan dengarkan jawabannya. Gunakan bahasa tubuh yang mengungkapkan kekhawatiran, seperti menutup telepon dan mematikan laptop.

Tidak hanya itu, anak usia tiga tahun juga sering membutuhkan banyak pelukan dan sentuhan. Jadi bersiaplah untuk berbaring di tempat kerja dan berpelukan dengan anak-anak Anda lebih dari sekali sehari.

3.Puji Upaya Anak, Bukan Hasilnya

Cobalah untuk memuji 10 kali sesering Mama mengoreksi si Kecil, tapi pujilah dengan cara yang sahih. Yaitu dengan memuji upayanya didalam berperilaku baik, bukan hasil.

Misalnya dengan mengatakan, “Mama bahagia anda berusaha untuk mengungkapkan perasaanmu dengan baik, anda akan semakin baik lagi sejalan saat”.

Benar-benar banyak pujian sebenarnya sanggup punyai pengaruh bumerang pada pencapaian anak-anak, itu sanggup menetapkan baku amat tinggi dan membuatnya takut gagal.

4.Antisipasi Perilaku Buruk yang Berulang

Anak-Anak, layaknya orang dewasa, mempunyai pola konduite buruk. Mereka melaksanakan kesalahan yang serupa berulang kali.

Untuk itu, signifikan bagi Mama untuk menyadari pelanggaran berulang yang seringkali anak laksanakan, campur tangan lebih awal dan dorong anak untuk mengakibatkan pilihan yang baik.

5.Menyesuaikan Diri dengan Kebutuhan Anak

Kunci untuk membesarkan anak-anak yang sehat secara emosional adalah penyesuaian, atau seberapa baik Mama mengenali keperluan si Kecil pada sementara tertentu.

Misalnya, ketika anak lakukan konduite buruk, cobalah untuk mengidentifikasi akar berasal dari konduite buruk anak, mengapa ia tidak mau makan atau mengapa ia mengamuk.

Kesimpulan Dan Penutup

Di dalam jalankan aktivitas pembelajaran kepada anak, memang mama mesti mencermati sebagian hal sehingga tidak salah kaprah di dalam mendidik anak.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.